Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Adu Kecerdasan `Di Bawah Naungan Alquran`


Reporter : Eko | Rabu, 4 Maret 2015 21:02
Adu Kecerdasan Di Bawah Naungan Alquran Peserta Cerdas Cermat 'Di Bawah Naungan Alquran' (Dream/ Bimo Putranto Prihandono)
Para peserta unjuk kebolehan menjawab materi yang diperlombakan, yakni pengetahuan hafal Alquran, ilmu matematika, dan sains teknologi.
Dream - Ada yang menarik dalam penyelenggaraan Islamic Book Fair 2015 kali ini. Untuk pertama kalinya lomba cerdas cermat dilaksanakan. Lomba itu bertema 'Di Bawah Naungan Alquran'.
"Kami tidak ingin sekadar menampilkan pameran buku, tapi harus dilengkapi nuansa syiar Islam yaitu dengan lomba pengetahuan seputar Islam," jelas penyelenggara lomba cerdas cermat, Sukro Muhab, kepada Dream.co.id di Istora Senayan, Jakarta, Rabu 4 Maret 2015.

Cerdas cermat ini diikuti pesertda dari 32 sekolah dasar (SD) di Jabodetabek. Panitia memilih sekolah-sekolah dasar terbaik seluruh Jabodetabek. "Lalu kita adu di cerdas cermat ini. Kategori peserta diikuti kelas 4 dan kelas 5," tutur Sukro yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia ini.

Presiden Termiskin Dunia Hadiri Pelantikan Pakai VW Butut


Reporter : Sandy | Kamis, 5 Maret 2015 09:02
Presiden Termiskin Dunia Hadiri Pelantikan Pakai VW Butut Jose Mujica (BBC)
VW 'Kodok' seharga Rp 24 juta adalah satu-satunya aset berharga miliknya.
Dream - Ada yang unik saat Presiden Uruguay lama Jose Mujica menghadiri pelantikan Presiden Uruguay yang baru, Tabare Vazquez, pada hari Minggu kemarin.
Mujica yang menyandang julukan sebagai presiden paling miskin di dunia, datang ke lokasi mengendarai mobil tua, Volkswagen Beetle tahun 1987 warna biru langit.

VW milik Mujica yang ditaksir US$ 1.800 (Rp 24 juta) membuat heboh dunia. Ini karena menjadi satu-satunya aset berharga yang dilaporkan mantan kombatan tersebut kepada negara.
Di tahun-tahun selanjutnya, Mujica menambahkan aset istrinya berupa mesin traktor dan sebidang tanah dalam daftar kekayaannya.

Kemenag: Nikah Siri Enak di Depan, tapi...

Reporter : Eko | Rabu, 18 Maret 2015 09:15
Kemenag: Nikah Siri Enak di Depan, tapi... Ilustrasi
Menurut Machasin, jika pelaksanaan nikahnya dilakukan secara online, misalnya melalui telepon, video, atau media yang lain, memang ada sebagian ulama yang membolehkan.
Dream - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Machasin, mengatakan, pernikahan siri sah secara agama. Namun, berpotensi menimbulkan masalah secara sosial.
“Jika tidak bermasalah, kenapa harus dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Nikah siri itu enak di depan tetapi sulit di belakang,” kata Muchasin sebagaimana dikutip Dream dari laman Kementerian Agama, Selasa 17 Maret 2015.
Mengenai maraknya pernikahan siri secara online, Machasin menjelaskan bahwa istilah itu mengandung dua pengertian yang perlu dicermati. Pertama, apakah yang online itu iklan jasa pernikahan siri melalui media online serta pelaksanaannya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Ke dua, apakah keduanya, iklan maupun pelaksanaannya dilakukan secara online.
“Kalau yang pertama, nikah siri online tentu saja hukumnya sama saja dengan nikah siri pada umumnya karena dilakukan sesuai dengan ketentuan agama. Hukumnya sah, hanya saja bermasalah secara sosial,” tutur dia.

Ternyata, anak desa lebih sehat daripada anak kota


Reporter : Febrianti Diah Kusumaningrum | Selasa, 17 Maret 2015 15:22




Ternyata, anak desa lebih sehat daripada anak kota
Ilustrasi anak bermain. ©shutterstock.com/pat138241


Merdeka.com - Selain menjaga pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan sehat, olahraga, serta terhindar dari stres, lingkungan di mana Anda tinggal juga berperan besar dalam peningkatan kesehatan tubuh Anda. Lingkungan yang penuh dengan polusi jelas tidak memberikan manfaat apapun untuk kesehatan dibandingkan dengan lingkungan yang masih bersih dan segar.

Bahkan dilansir dari dailymail.co.uk, disebutkan bahwa anak-anak yang hidup di desa lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang sejak kecil hingga dewasa hidup di perkotaan. Jawabannya apalagi kalau bukan berkaitan dengan tingkat polusi udara yang terjadi.

Air Terjun Madakaripura





Kumpulan.info - Masih berada di kawasan yang dekat dengan Gunung Bromo, kita bisa menjumpai air terjun yang begitu spektakuler dan indah. Air terjun ini biasa disebut Madakaripura. Di tempat ini dianggap sebagai tempat meditasi terakhir dari patih dari Majapahit yang ternama yaitu Patih Gajah Mada. Ayo kita berkunjung ke Air Terjun Madakaripura.
Air Terjun Madakaripura

Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru

Air Terjun Madakaripura masih berada di kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Di kawasan ini, Anda bisa menikmati keindahan Gunung Bromo yang sudah terkenal di berbagai penjuru dunia. Ya, seluruh kawasan ini memang menyajikan alam yang begitu unik, dari lautan pasir yang memukau di Gunung Bromo, kemegahan Gunung Semeru hingga alam sekitarnya yang begitu indah. Termasuk di sisi lain kawasan ini, Anda juga bisa menikmati betapa indah dan spektakulernya Air Terjun Madakaripura. Air terjun ini terletak kira-kira 1 jam perjalanan ke sebelah utara Bromo.
Lokasi Air Terjun Madakaripura menuju arah Kabupaten Probolinggo, tepatnya di Desa Sapih, Kecamatan Lumbang, Propinsi Jawa Timur. Kota besar terdekat dengan kawasan ini adalah Surabaya dan Malang. Perjalanan dari Surabaya sekitar 3 jam menuju kawasan Bromo lalu dilanjutkan ke Air Terjun Madakaripura.

18 Nilai Pendidikan Karakter di Sekolah

18 Nilai Pendidikan Karakter di Sekolah
Nilai-nilai pendidikan karakter perlu dijabarkan sehingga diperoleh deskripsinya. Deskripsi beguna sebagai batasan atau tolok ukur ketercapain pelaksanaan nilai-nilai pendidikan karakter di sekolah. adapun 18 nilai-nilai pendidikan karakter didiskripsikan adalah sebagai berikut :
Tabel 1 Deskripsi Nilai Pendidikan Karakter
Nilai Deskripsi
  1. Religius: Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakanajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
  2. Jujur: Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinyasebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
  3. Toleransi: Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama,suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
  4. Disiplin:  Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuhpada berbagai ketentuan dan peraturan.
  5. Kerja Keras: Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguhdalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
  6. Kreatif: Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan caraatau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
  7.  Mandiri:  Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung padaorang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
  8. Demokratis:  Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai samahak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
  9. Rasa Ingin Tahu: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untukmengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
  10. Semangat Kebang-saan: Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yangmenempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
  11. Cinta Tanah Air: Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkankesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
  12. Menghargai Prestasi:  Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untukmenghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
  13. Bersahabat/Komuniktif: Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara,bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
  14. Cinta Damai: Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan oranglain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
  15. GemarMembaca: Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagaibacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
  16. Peduli Lingkungan: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegahkerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
  17. Peduli Sosial: Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuanpada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
  18. Tanggun jawab: Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugasdan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Mengapa Perlu Adanya Pendidikan Karakter?


Pendidikan karakter adalah suatu hal yang saat ini ditekankan dalam pendidikan di Indonesia. Nah dalam saya muncul berbagai pertanyaan tentang pendidikan karakter. Diantaranya yaitu Mengapa perlu pendidikan karakter? Apakah ”karakter” dapat dididikkan? Karakter apa yang perlu dididikkan? Bagaimana mendidikkan aspek-aspek karakter secara efektif? Bagaimana mengukur keberhasilan sebuah pendidikan karakter? Siapa yang harus melakukan pendidikan karakter? 
Pertanyaan-pertanyaan tersebut kembali diperkuat oleh kebijakan yang menjadikan pendidikan karakter sebagai ”program” pendidikan nasional di Indonesia terutama dalam Kementerian Pendidikan Nasional Kabinet Indonesia Bersatu II. ”Pendidikan karakter” bukanlah hal baru dalam sistem pendidikan nasional Indonesia. Untuk menjawab semua tentang pendidikan karakter mari kita bahas satu persatu.

Kurikulum 2013 atau Pendidikan Berbasis Karakter

Edukasi

e

Artikel Pendidikan (Kurikulum 2013)

Kurikulum 2013 atau Pendidikan Berbasis Karakter adalah kurikulum baru yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun disiplin yang tinggi. Kurikulum ini menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang diterapkan sejak 2006 lalu. Dalam Kurikulum 2013 mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap satuan atau jenjang pendidikan.Mata pelajaran pilihan yang diikuti oleh peserta didik dipilih sesuai dengan pilihan mereka.Kedua kelompok mata pelajaran tersebut (wajib dan pilihan) terutama dikembangkan dalam struktur kurikulum pendidikan menengah (SMA dan SMK) sementara itu mengingat usia dan perkembangan psikologis peserta didik usia 7 – 15 tahun maka mata pelajaran pilihan belum diberikan untuk peserta didik SD dan SMP.