Tampilkan postingan dengan label KaryaKu. Tampilkan semua postingan

Kemenag: Nikah Siri Enak di Depan, tapi...

Reporter : Eko | Rabu, 18 Maret 2015 09:15
Kemenag: Nikah Siri Enak di Depan, tapi... Ilustrasi
Menurut Machasin, jika pelaksanaan nikahnya dilakukan secara online, misalnya melalui telepon, video, atau media yang lain, memang ada sebagian ulama yang membolehkan.
Dream - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Machasin, mengatakan, pernikahan siri sah secara agama. Namun, berpotensi menimbulkan masalah secara sosial.
“Jika tidak bermasalah, kenapa harus dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Nikah siri itu enak di depan tetapi sulit di belakang,” kata Muchasin sebagaimana dikutip Dream dari laman Kementerian Agama, Selasa 17 Maret 2015.
Mengenai maraknya pernikahan siri secara online, Machasin menjelaskan bahwa istilah itu mengandung dua pengertian yang perlu dicermati. Pertama, apakah yang online itu iklan jasa pernikahan siri melalui media online serta pelaksanaannya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Ke dua, apakah keduanya, iklan maupun pelaksanaannya dilakukan secara online.
“Kalau yang pertama, nikah siri online tentu saja hukumnya sama saja dengan nikah siri pada umumnya karena dilakukan sesuai dengan ketentuan agama. Hukumnya sah, hanya saja bermasalah secara sosial,” tutur dia.

Ternyata, anak desa lebih sehat daripada anak kota


Reporter : Febrianti Diah Kusumaningrum | Selasa, 17 Maret 2015 15:22




Ternyata, anak desa lebih sehat daripada anak kota
Ilustrasi anak bermain. ©shutterstock.com/pat138241


Merdeka.com - Selain menjaga pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan sehat, olahraga, serta terhindar dari stres, lingkungan di mana Anda tinggal juga berperan besar dalam peningkatan kesehatan tubuh Anda. Lingkungan yang penuh dengan polusi jelas tidak memberikan manfaat apapun untuk kesehatan dibandingkan dengan lingkungan yang masih bersih dan segar.

Bahkan dilansir dari dailymail.co.uk, disebutkan bahwa anak-anak yang hidup di desa lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang sejak kecil hingga dewasa hidup di perkotaan. Jawabannya apalagi kalau bukan berkaitan dengan tingkat polusi udara yang terjadi.

Kurikulum 2013 atau Pendidikan Berbasis Karakter

Edukasi

e

Artikel Pendidikan (Kurikulum 2013)

Kurikulum 2013 atau Pendidikan Berbasis Karakter adalah kurikulum baru yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun disiplin yang tinggi. Kurikulum ini menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang diterapkan sejak 2006 lalu. Dalam Kurikulum 2013 mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap satuan atau jenjang pendidikan.Mata pelajaran pilihan yang diikuti oleh peserta didik dipilih sesuai dengan pilihan mereka.Kedua kelompok mata pelajaran tersebut (wajib dan pilihan) terutama dikembangkan dalam struktur kurikulum pendidikan menengah (SMA dan SMK) sementara itu mengingat usia dan perkembangan psikologis peserta didik usia 7 – 15 tahun maka mata pelajaran pilihan belum diberikan untuk peserta didik SD dan SMP.